Tahap 1 : Memperoleh Pemahaman Diri
Untuk memperoleh pengetahuan tentang pemahaman diri bisa dideskripsikan dengan
menggunakan tes psikologis. Minimal ada lima jenis tes yang sering digunakan
oleh konselor dalam konseling karir dengan menggunakan teori trait and factor, yaitu tes bakat (aptitudes), prestasi (Achievements), minat (interests), nilai-nilai (values) dan kepribadian (personality). Berikut ini penjelasan dari
kelima jenis tes tersebut.
a. Bakat (Aptitudes). Tes bakat (aptitudes) digunakan untuk memprediksi level
kemungkinan yang akan terjadi dan kemampuan individu untuk melaksanakan tugas.
Bakat individu dapat diketahui melalui tes. Instrumen tes yang biasa digunakan
dalam pengukuran bakat ini antara lain: Baterai Primary Mental Abilities (PMA) dan
Thurstone, Differential Apti(ude Tests (DAT) terbitaii Psychological
Corporation, Guilford-Ziniwemiait Aptitude Survey, Califomia Test of Mental
Matirity, General Aptitude Test Battery (GATB), Minnesota Occupational Rating
Scale, Minnesoh Clerical Test, daiz Minnesota Rate of Manipulation Test, the
School and College Ability Tests (SCAT), the College Board Scholastic Aptitude
Tests (SAT),the ACT Assessment Program Academic Tests (ACT), dan Armed Services
Vocational Aptitude Battery (ASVAB). Di Indonesia untuk mengukur bakat
individu digunakan tes yang bemama Intelligence Structure Tests (1ST) yang terdiri dari sembilan
aspek bakat.
b. Prestasi (Achievements). Prestasi dapat dibagi ke dalam tiga
tipe, yaitu : pertam, prestasi akademik, biasanya diukur dengan angka, bukan
dengan skor tes khusus. Kedua, prestasi dalam kerja, seperti kesempumaan
tugas-tugas.
c. Minat (Interests). Minat (Interest) diartikan sebagai kehendak,
keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997 : 370). Minat adalah sesuatu yang
bersifat pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan
dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat
dapat menyebabkan seseorang giat melakukan sesuatu menuju ke sesuatu yang telah
menarik perhatiannya.
d. Nilai-nilai (Values). Nilai-nilai (values) melambangkan sesuatu yang penting
dan sulit untuk memperkirakan kemungkinannya. Nilai-nilai yang sangat
penting dalam konseling karir yaitu nilai-nilai umum dan nilai-nilai dunia
kerja. Adapun maksud dari pengetahuan mengenai nilai-nilai ini adalah agar
individu mampu memutuskan arah karir yang jelas. Instrumen inventori
nilai-nilai yang biasa digunakan adalah: (a) Study of Values (SV) yang mengukur aspek :
theoretical, economic, aesthetic, social, political, and religious; dan (b) Values Scale (VS) yang mengukur aspek ability
initialization, achievements, adumicenrent, aesthetics, altruism, authority,
air tonicity, creativity, economic rewards, life style, personal development,
physical activity, prestige, risk, social interaction, social relations,
variety, working conditions, cultural identity, physical prowess, and economic
security (Sharf, 1992: 22).
e. Kepribadian (Personality). Pengukuran terhadap kepribadian
telah menjadi area penting dan berguna untuk mengkonseptualisasikan individu
dalam pilihan karir. Minimal terdapat tiga jenis instrumen untuk mengukur
kepribadian individu, yaitu Califomia Psychological Inventory (CPI), The Six teen
Factor Questionaire (16 PF) dan The Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Melalui hasil tes kepribadian
ini,konselong bisa membantu individu dalam menentukan pilihan karimya dengan
mencocokkan antara kepribadian dengan keadaan lapangan pekerjaan.
Tahap
2: Memperoleh Pengetahuan tentang Dunia Kerja
Informasi pekerjaan ialah unsur penunjang kedua dari teori trait and factor. Peran konselor adalah membantu
konseli untuk mengumpulkan informasi pekerjaan. Untuk mengumpulkan informasi
tidak perlu tergantung kepada pengetahuan karir seorang konselor, tetapi
menggunakan banyak sumber untuk menambah pengetahuan ini. Terdapat tiga aspek
penting yang berkaitan dengan informasi pekerjaan, yaitu: (1) menggambarkan
pekerjaan, kondisi pekerjaan atau masalah gaji; (2) pengelompokkan pekerjaan;
dan (3) membantu mengetahui karakteristik dan kebutuhan untuk masing-masing
pekerjaan. Informasi pekerjaan dapat dieksplorasi dari berbagai sumber yang
berbeda, contohnya melalui brosur yang dibuat oleh asosiasi pekerjaan
profesional, pamflet yang bisa didapatkan melalui penerbit khusus yang
menangani tentang informasi pekerjaan. Tipe informasi yang paling penting untuk
konselor adalah mengetahui uraian tentang berbagai jenis pekerjaan.
Tahap 3: Mengintegrasikan Informasi Tentang Diri dan
Dunia Kerja
Langkah ketiga adalah mengintegrasikan informasi tentang diri dan dunia kerja.
Informasi pekerjaan diindikasikan dengan bahan-bahan, penerimaan, ketertarikan
atau minat, nilai, dan karakter pribadi yang dihutuhkan setiap pekerjaan.
444
BalasHapus.bagus infonya :)
BalasHapusCasinos Near Trump International Casino - MapYRO
BalasHapusFind Casinos Near Trump International Casino 화성 출장샵 in Maricopa AZ, with 세종특별자치 출장샵 map directions, reviews and 성남 출장안마 information for Casinos 구리 출장안마 Near Trump 군포 출장마사지 International